Friday, December 13, 2013

Sebuah Gambar Lucu Menjadi Media Belajaran Bahasa Inggris Kreatif : Pembaca berita di Sekolah

Seiring dengan majunya teknologi informasi saat ini, saya yakin anda dengan mudah mendapatkan gambar-gambar serupa untuk sekedar dinikmati kekonyolannya atau bahkan dikoleksi. Begitulah apa yang saya lakukan untuk mengisi kepenatan pikiran saya dari kesibukan saya sehari hari. bukankah obatnya orang stress itu tertawa? jujur, sayapun sangat menikmati melihat-lihat gambar-gambar lucu seperti tadi. Satu pertanyaan, bisa tidak ya gambar-gambar tersebut digunakan tidak hanya untuk hiburan saja akan tetapi bisa diaplikasikan ke dalam media pembelajaran anak-anak kita?

Saya beruntung sekali gaya mengajar saya yang natural lebih bersifat communicative approach, terkadang juga creative learning sehingga saya bisa memasukkan yang belum pernah diajarkan atau ada didalam sebuah mata pelajaran. Kebetulan saya mengajar mata pelajaran Bahasa Asing. Selain, itu saya mendapat dukungan dan juga arahan dari tentor sekaligus rekan mengajar saya yang notabene berasal negara yang tingkat oendidikannya lebih maju dari kita. Dari dialah saya, idea yang saya cetuskan tadi dibuat menjadi sebuah seri pembelajaran yang Fun, Ceative serta competitive learning.

Idea alternative menjadi idea kreatif

Semula berasal ketika saya suntuk memikirkan beberapa aktivitas dari satu pertemuan saya dengan kelas yang akan saya ajar. Saya memiliki waktu 3 jam mata pelajaran yang berarti 120 menit per pertemuan. Dari pereode tersebut sudah saya isi dengan berbagai variasi. Jujur saja saya tidak suka dalam sebuah pertemuan dihabiskan hanya untuk membaca menulis dan mengisi lembar soal atau exercise. Harus ada kegiatan yang bersifat fun, creative, challenging, out of the box atau yang berbeda serta masih terdapat unsur edukatif didalamnya. Salah satu aktivitas pengisi atau “filler” yang saya utarakan ialah speaking drill dengan metode dialogue tentang gambar-gambar tadi. Sontak saya tidak percaya, ketika saya diberitahu… THIS IS A BRILLIANT IDEA!! .. Apanya yang brilian? “YOU CAN DO A LOT OF THINGS from this and THEY WILL LIKE IT A LOT!... Lalu kita diskusi dan sebagainya. Akhir kata saya harus mencari idea lain untuk menganti idea filler tadi. The bright side-nya, gambar lucu tadi akan menjadi project anak=anak dalam waktu dua –empat mingguan alias menjadi CORE PROJECT.


Teknis Aktivitas “NEWS Flash Program” atau “Sekilas Berita”

Sebut saja proyek ini saya namakan “NEWS Program” dimana siswa mengunakan gambar tadi membuat script cerita yang lucu dan aneh dengan durasi paling lama satu – dua menit. Ceritanya harus memiliki characters, bersettingkan waktu dan tempat. Setelah itu mereka akan mencari gambar tersebut di internet dan ini akan menjadi group project. Satu group terdiri dari empat anak dan empat gambar yang berarti empat berita. Mereka akan berperan sebagai repoter sebuah televisi rekaan. Gambar tadi akan disajikan dalam slides dengan format powerpoints dan performance bergilir. 

Dalam proses pelaksanaannya, aktifitas ini bisa juga dikelompokkan dalam jenis integrated lessons karena ini bukanlah semata-mata pelajaran bahasa saja yang dilibatkan. Ada pelajaran computer juga yang terkibat didalamnya. Yakni saat mereka mengajari anak didik kita bagaimana membuat slides pwerpoint yang menarik dan mendukung untuk presentasi mereka nantinya.

Materi dan keperluan Mengajar.

Gambar-gambar lucu ( hindari yang berbau sara, dan vulgar untuk anak-anak – print).
Satu lembar folio ukuran legal saya isi dengan 4 buah gambar lucu. Toh yang diambil khan idea kreativenya anak-anak. lagian nanti kita juga mengunakan gambar yang colorful bukannya BW.
Simpan File-file gambar tersebut didalam flashdisk. sehingga disaat kita akan mengunakannya untuk membuat slides kita sudah ada stoknya.
Lab Komputer
Laptop (for presentation) LCD projector
Microphone and Speaker

Teknis kegiatan Kelas atau Lesson Plan-nya

brainwads.net_images
Intro kegiatan dan Brainstorming.
Biar anak-anak semakin termotivasi dalam membuat karya, saya selalu memberikan contoh dan presentasi sebentar hasil kerjaan saya didepan lalu meminta mereka menilai hasil karya saya. Kedua, saya tawarkan kepada mereka semua plus saya katakan kepada mereka bahwa mereka bisa membuat karya yang jauh lebih bagus lagi. Kita semua brainstorm apa saja yang terkait dalam proses pembuatan karya ini. Tak lupa kita juga bagi-bagi Tips membuat script content berita serta time management agar project bisa berjalan dan aktivitas sehari-hari juga tetap bisa berjalan. Saya juga meminta mereka menonton beberapa program berita di TV biar mereka mempunyai bekal.

Essay and creative Writing.

Disini, kita juga harus memandu mereka bagaimana caranya menarik pemirsa untuk stay tune disaluran kita… ya dengan tagline berita yang menghebohkan… seperti “BH-Ibu president RI tertinggal dimeja makan sebuah restaurant ternama”… haaaa!!! tenang-tenang, BH yang dimaksud ialah Buku Harian Ibu President.  


Untuk mempercepat proses ini, saya minta anak-anak menulis semua yang ada dikepala mereka. Saya malahan meminta mereka menghindari pengunaan yang namanya “type ex” atau penghapus sesering mungkin. Bisa dibayangkan waktu mereka akan lebih banyak digunakan untuk menindas yang salah dan menunggu tindasan kering. Saya ajarkan kepada mereka, ini namanya “draft” dimana kesalahan-kesalahan masih dianggap lumrah disini.
Namanya juga creative writing, saya berikan kebebasan kepada mereka untuk menentukan nama-nama characters. Kalau bisa nama-namanya yang terkesan beken atau unique… bisa juga mereka mengunakan gabungan nama luar dan nama domestic seperti Olivier Sutedjo, Margareth Jumiatun dsb. This is Creative Writing. Mengenai lokasi kejadian sah-sah saja mereka mengunakan nama-nama tempat terkenal didunia seperti Glassgow, Reykjavik, atao Shanghai dsb. Pokoknya, berilah kebebasan kepada mereka untuk berkreasi.  Akan tetapi sebagai tutor mereka, usahakan tulisan dan karya mereka masih bisa dinalar.. kalau lucupun bukan lucu asal untuk menghindari kesan garing. Usahakan juga tulisan mereka bila dibaca sesuai dengan durasi waktu membaca berita ya antara 1-2 menitan, kalau diukur dengan lembar kertas antara satu lembar sampai dengan dua lembar. Jangan Cuma setengah lembar saja. Satu aturan saja, kalau bisa mintalah kepada anak untuk tidak saling memberitahu berita mereka nanti malah tidak lucu lagi saat pementasan.  

Proof reading and writing editing – Grammar skills

Setelah anak-anak selesai membuat draft. Kali ini saatnya membenahi draft mereka. Ini biasanya disebut dengan “EDITING the Draft”. Biarkan anak-anak mengedit sendiri dimana mereka mencoba menemukan kesalahan mereka dan membenahi. Belajar sendiri dari kesalahan khan lebih efektif dan memberi kesan “safe” buat mereka, dimana mereka tidak lagi merasa malu bila membuat kesalahan yang banyak.
Berikan panduan apa saja yang perlu di edit.

Yang paling sederhana ialah SPELLING, Capitalization, and Period. Minta mereka mencari spelling-spelling, kata-kata yang perlu diawali dengan huruf capital serta tanda titik koma disebuah kalimat yang salah dalam tulisan mereka.  Kedua, minta mereka menukar dengan teman sebangkunya dan mintalah kepada mereka saling mengoreksi. Pandulah mereka untuk memberi tanda dengan cara menggarisbawahi atau melingkari kata-kata yang spellingnya salah. Lalu tukar kembali dan benahi kesalahan-kesalahan dasar mereka.

Proses editing yang kedua ialah tentang “tenses, indirect speech and structure. Sebelum meminta mereka spelling hal ini, berilah panduan tentang “tenses” yang acap kali digunakan dalam melaporkan sebuah peristiwa dan bilamana mereka sudah tahu betul tentang tenses, minta mereka mengedit kembali draft mereka.

Editing yang ketiga ialah mengenai content berita, bila mana masih kurang yang ditambahi detail-detailnya, bila mana terlalu banyak ya dikurangi beberapa bagian. Selain itu bilamana isinya kurang mengena, anda sebagai pengajar harusnya mampu meluangkan waktu dan bekerja sama dengan mereka untuk mencapai tujuan kegiatan.

Setelah mereka selesai mengedit hasil karya mereka, kini saat membuat GOOD COPY alias naskah asli atau yang benar-benar akan mereka gunakan. Disini naskah harus perfect agar mereka mnghindari kesalahan saat pementasan.

Rehearsal presenter – Tips giving 

 Selesai naskah lalu ajak mereka latihan. Gurupun juga harus bisa memberi model pembacaan berita. Dari berita bencana, berita sport dan sebagai. Ini niscaya untuk membuat anak-anak kita semakin “pede” ketika mereka akan tampil. Jangan lupa saat mereka berlatih, guru memonitor satu per satu dan memberikan beberapa tips baik yang bersifat general satu kelas atau bersifat personal sesuai dengan kebutuhan anak.  

Preparing the show – Set Up Studioa, Undang audience dan Jury.

Setelah latihan dirasa cukup maka, ajaklah anak-anak memikirkan dan mempersiapkan beberapa hal-yang terkait dengan pementasan. Ajak mereka membuat powerpoint slide, ajak mereka mengoperasikan LCD dan Laptop anda. Bisa jadi kalau mereka bersedia, ajak mereka untuk membuat selebaran undangan untuk kelas-kelas lain agar bisa menonton acara mereka. Mengundang orang tua walimurid juga dirasa sangat bagus untuk menjalin relasi sekolah dengan parents. (Kalau ini pastikan acara benar-benar Excellent). Lalu juga siapkan anak dan alat perekam (handycam) biar satu kelas bisa mengevaluasi setelah selesai kegiatan. Jangan lupa siapkan semacam feedback yang akan digunakan juri untuk menilai kinerja anak-anak anda. Form penilaian juri ini semacam rubrics dan sang juripun hanya memberi lingkaran pada point-point tertentu. Untuk lebih menarik, ubah kelas anda seperti suasana studio berita pasti semua akan menikmati. Mulai tatanan meja, tempat LCD Screen, meja juri dan juga tempat duduk undangan.


The Flash NEWS Program.

Setelah semua dirasa cukup, silahkan anda menikmati acara tersebut. Kalau anda berminat, kegiatan ini juga bisa digunakan sebagai lomba antar kelas atau sekolah.. Bukankah sekarang banyak sekali program-program berita di TV yang bermunculan?

Kalau ditanya, apakah yang bisa mereka dapatkan dari kegiatan ini? saya akan bertanya, apakah anda siap dengan jawaban saya?... Pertama, mereka pastinya belajar English, lalu mereka belajar juga  belajar menuangkan idea dan creative thinking mereka, mereka belajar presentasi serta public speaking, belajar menganalisa sebuah proses kegiatan dan juga mereka belajar bagaimana membuat sebuah event yang tertata, mereka juga belajar membuat rencana kegiatan serta time management… Apakah sekolah dan kurikulum di Negara kita mengajarkan itu semua?... I don’t think so… ! but my kids can do that marvelously… bukankah hal tersebut yang akan dihadapi anak-anak kita lima-sepuluh tahun mendatang?...

http://uncommonlygenius.blogspot.com/2012/08/sebuah-gambar-lucu-menjadi-media.html

Membangun Suasana Menyenangkan; Kiat Menjadi Guru Favorit


Siapa saja pasti akan merasa senang bila berada dalam suasana yang menyenangkan. Orang yang pandai membangun suasana yang menyenangkan dalam sebuah hubungan, juga pasti akan disenangi oleh banyak orang. Demikian pula dengan guru hendaknya pandai membawa membawa suasana yang menyenangkan dalam proses belajar mengajar.

Dalam banyak kesempatan, penulis sering mengamati bahwa ternyata guru favorit atau yang banyak disenangi oleh murid-murid adalah seorang guru yang menyenangkan. Seorang guru yang menyenangkan adalah seseorang yang mempunyai kepribadian sebagai berikut:
a. Memahami Kebutuhan Anak Didik
Guru yang dicintai oleh murid-muridnya adalah yang bisa memahami kebutuhan anak didiknya dengan baik. Orang yang demikian biasanya senantiasa mengedepankan dialog atau keterbukaan. Dalam hal ini, ia berusaha untuk bisa mendengarkan apa yang menjadi kebutuhan anak didiknya berikut alasan atau sebab-sebabnya. Dengan demikian, ia bisa memahami apa yang menjadi kebutuhan anak didiknya.
Sebaliknya, guru yang tidak bisa memahami kebutuhan anak didiknya biasanya bersikap kaku dan tak mengenal kompromi. Ia merasa sebagai orang paling dewasa dari seluruh anak didiknya dan oleh karenanya harus selalu diikuti keinginan, pendapat, dan perintahnya. Guru yang semacam ini akan cenderung menjadi otoriter dan sudah barang tentu tidak disenangi oleh anak didiknya. Sebab, sudah menjadi sifat dasar setiap manusia akan merasa senang jika didengar dan dipahami kebutuhannya.
Dalam proses belajar mengajar memang sudah ada kurikulum yang menjadi panduan seorang guru dalam memberikan materi. Mengenai kurikulum dan materi pelajaran ini memang sudah seharusnya menjadi panduan yang mesti diikuti. Akan tetapi, dalam pelaksanaan yang berkaitan dengan komunikasi dan cara seorang guru menyampaikan materi pelajaran sangat dibutuhkan kemampuannya memahami anak didik secara langsung. Di sinilah dibutuhkan seorang guru yang mempunyai perhatian kepada anak didiknya bahwa mereka juga anak manusia yang mempunyai perasaan yang butuh dipahami. Bila hal ini dilakukan dengan baik, maka seorang guru akan dicintai oleh murid-muridnya.

b. Memberikan Penghargaan
Seorang guru yang dicintai oleh murid-muridnya adalah yang bisa memberikan penghargaan kepada murid-muridnya. Penghargaan yang dimaksudkan di sini tidak harus bermakna penghargaan yang berupa materi atau pemberian hadiah berupa barang. Penghargaan juga bisa diberikan hanya dengan kata-kata yang bermakna positif dan menyenangkan. Misalnya, pada saat seorang anak didik berhasil menyelesaikan pekerjaannya, seorang guru berkomentar, "Bagus sekali, ternyata kamu bisa menyelesaikannya dengan baik." Sudah tentu, sang anak akan merasa senang karena apa yang telah dilakukannya mendapatkan penghargaan dari gurunya.
Sebaliknya, apabila seorang anak didik telah berhasil menyelesaikan pekerjaannya, seorang guru berkomentar sebaliknya, "Mengerjakan begitu saja lama sekali, padahal ini sebenarnya sangat mudah." Mendengar komentar dari sang guru, sudah tentu murid yang dimaksud tidak merasakan senang di hati meskipun ia telah berhasil menyelesaikan pekerjaannya.
Pembaca yang budiman, memberikan penghargaan sebagaimana tersebut sesungguhnya tidak sulit untuk dilakukan. Tidak membutuhkan biaya, namun yang dibutuhkan hanya ketulusan dari hati yang bersih untuk melakukannya. Oleh karena itu, sebagai guru yang ingin berhasil dalam melaksanakan tugas dan mengemban tanggung jawab yang mulia, sudah tentu akan berusaha untuk bisa memberikan penghargaan kepada anak didiknya.

c. Dapat Mengontrol Emosi dengan Baik
Menjadi seorang guru tidak selalu menghadapi murid-murid yang baik, penurut, anteng, atau tidak pernah iseng. Ada saja dari murid-murid yang justru sikapnya bisa memancing kemarahan gurunya. Maka, guru yang tidak bisa mengontrol emosinya dengan baik, dia terpancing untuk memarahi anak didiknya. Apalagi bila sebelum berangkat untuk mengajar ia sudah ada ketidaknyamanan atau masalah dari rumahnya, seorang guru bisa mememberikan hukuman yang bahkan melebihi dari perbuatan muridnya yang dianggap salah oleh guru tersebut.
Berbeda dengan seorang guru yang bisa mengontrol emosinya dengan baik. Jika ada di antara muridnya yang melakukan perbuatan yang melanggar dari aturan sekolah atau kepatutan yang sedang berlaku, ia mencoba untuk memahami mengapa anak tersebut melakukan perbuatan itu. Sang guru akan dengan lembut memanggil anak tersebut lantas menanyainya dengan baik-baik. Dalam banyak kasus, justru perhatian seorang guru yang bertanya dengan baik-baik kepada anak yang bermasalah menjadikan mereka berhenti dari perbuatan tidak baiknya.
Mengedepankan sikap yang lembut jauh lebih bermanfaat daripada memberikan reaksi spontan dan kemarahan kepada anak didik yang melakukan kesalahan. Anak-anak yang didekati dengan kemarahan biasanya akan sulit benar-benar berhenti dari perbuatan tidak baiknya. Jika memang berhenti, biasanya tidak berangkat dari kesadarannya, melainkan karena dimarahi oleh gurunya. Berbeda sekali dengan anak yang diajak berbicara baik-baik, ia merasakan ada perhatian dari gurunya. Padahal, sudah menjadi sifat dasar setiap manusia jika diperhatikan akan merasa senang hatinya. Di sinilah sesungguhnya menjadi penting bagi seorang guru untuk dapat mengontrol emosi dengan baik agar para muridnya merasa senang, sehingga proses belajar mengajar pun dapat berjalan dengan baik.

d. Tidak Menjaga Jarak dengan Anak Didik
Guru yang dicintai oleh anak didik adalah guru yang tidak menjaga jarak dengan mereka. Tidak menjaga jarak yang dimaksudkan di sini adalah sengaja mendekatkan diri dengan anak didiknya untuk membangun keakraban. Sebab, tidak sedikit guru yang dengan alasan menjaga wibawa maka tidak mau dekat-dekat dengan anak didiknya. Atau, kalau dalam istilah sekarang, guru yang "jaim" (jaga image).
Meskipun tidak menjaga jarak adalah hal penting agar seorang guru dicintai murid-muridnya, bukan berarti seorang guru bergaul seakan tanpa batas dengan murid-muridnya. Misalnya, bergurau bersama dengan murid-murid sampai kelewat batas norma dan nilai yang berlaku, berdekatan secara fisik dengan anak didik yang berbeda jenis kelamin, atau saking dekatnya sehingga apa saja diceritakan kepada murid-murid, termasuk hal-hal yang semestinya adalah privasi.
Tidak menjaga jarak dengan anak didik bukan berarti seorang guru tidak profesional lagi dalam proses belajar mengajar. Dalam urusan yang satu ini, guru memang harus tetap tampil sebagai seorang yang mengelola proses belajar mengajar bersama murid-muridnya. Meskipun pengelola dalam proses belajar di kelas atau bahkan di luar kelas, seorang guru yang dicintai anak didiknya biasanya tetap bersahaja, tidak angkuh, atau merasa paling pintar sendiri. Ia mempunyai kepribadian yang terbuka, bisa menerima saran, atau bahkan kritik. Seorang guru yang demikian biasanya pula tidak pelit untuk mengucapkan mohon maaf dan terima kasih kepada anak didiknya.

すいよびに バティックを きます

Assalamualaikum.  Ohayôgozaimasu, Konnichiwa, Kombanwa .. Saya ucapkan untuk kalian semua yang sudah menyempatkan waktunya mampir...