Thursday, January 30, 2014

Isogashii no Hi


Kenapa saya katakan bahwa hari ini adalah “Ishogashii no hi atau hari sibuk”..? karena hari ini akan mengerjakan kreativitas untuk menghias kelas. 
Seperti biasa untuk mengawali pembelajaran, membaca Al-Matsurat dipimpin oleh seorang siswa ikhwan, mereka berkumpul di aula. setelah selesai membaca Al-Matsurat, Pak KepSek meminta para akhwat yang merasa memakai baju ketat untuk berbaris di depan dan para ikhwan yang merasa memakai celana ketat atau pensil pun untuk maju berbaris ke depan.













Untuk kesekian kalinya saya menggelengkan kepala. Kenapa? Betapa cepatnya untuk berlaku “JUJUR” mengakui kesalahan. Satu persatu kesalahan dipaparkan oleh Pak KepSek, bertujuan agar mereka mengingat dan tidak mengulangi kesalahan itu. Memang, peran menjadi seorang guru tidaklah mudah untuk membentuk akhlak dari semua siswanya. Menjadi guru itu adalah pekerjaan yang mulia, teman. Tugas yang dibebankan memang berat, tapi bila hasilnya menjadikan anak lebih baik, sholeh sholehah, itu akan terasa “istimewa”.

Setelah masalah pertama selesai, ada lagi masalah selanjutnya. Pak KepSek mencoba menelusuri sebuah masalah yang sebenarnya itu adalah masalah intern siswa siswinya. Mengapa begitu? Jadi, sehari sebelumnya ada salah satu siswa yang dikucilkan dari teman geng`nya. Mungkin bagi orang awam, pasti tidak peka akan kejadian itu. Dan bila kita pikir dengan kacamata sebagai orang lain “ngapain sih ikut campur urusan anak-anak?”. Ya Allah, sumpah saya terkejut dan ingin menangis bila ingat bagaimana Pak KepSek menjadi pelurus masalah mereka agar tidak terlalu larut dalam kesalahfahaman itu. Betapa pentingnya menjaga pertemanan dan diingatkan kembali adanya toleransi antar teman bila temannya memiliki kekurangan.
OK, masalah itu sudah kelar tinggal melihat perubahan di esok harinya.


Di Kelas… きょうしつにいる時
Mulailah kesibukan di kelas, ada yang begini, begitu, ada yang bicara sambil teriak sana sini… Ooopsss, saya menemukan 3 siswa baru lagi karena 2 hari pertemuan di kelas mereka absen. Dan pastinya 3 sifat baru lagi yang saya temui, dan semakin mengenal karakter hampirrrr seluruh siswa kelas VIIII.  Dan salah satunya sifat kekanak-kanakan, karena factor usianya lebih muda dibandingkan teman lainnya, dia terkadang usil hingga membuat teman-temannya merasa risih. Jadi saya mulai memikirkan strategi bagaimana caranya agar siswa di kelas lebih kondusif. Dan itu semua butuh proses, dan dukungan dari teman-teman pengajar maupun pihak sekolah.

Bismillahirohmanirrahim.

Wednesday, January 29, 2014

KIREINA MONTH


Rindu rasanya sehari saja tidak masuk ke sekolah, rindu anak-anak didikku, rindu dengan anak ABK dan semuanya. Tapi ada yang lebih penting dari itu yaitu ibuku. Sudah beberapa hari dia sakit, tidak mau dirawat, beberapa kali di inpus pun, itu pun hanya sebentar.
Tolong berikan kekuatan pada mama, ya Allah, Sedih rasanya melihat mama terbaring lemah di tempat tidur meringis kesakitan L

三日目
Apa yang saya temui pada hari itu? Siswa siswi sedang membaca hafalan Al-Matsurat, subhanallah mereka bisa hafal surat itu. SMP lho! Hazukashikatta.
Kemudian setelah selesai, Pak Isnan meminta kepada siswa siswi yang merasa mengobrol pada saat membaca Al-Matsurat untuk maju ke depan berbaris.
Dan hanya dalam hitungan 1 menit tanpa harus ditunjuk, merekapun maju satu persatu. Hikmah apa yang saya ambil dari peristiwa ini? “KEJUJURAN”. Itu adalah hasil pendidikan akhlaq yang ditanamkan sekolah pada anak didiknya. Dan itu, adalah hal yang baru pertama kali saya temui di sebuah sekolah. Betapa mudahnya anak-anak untuk berlaku jujur, mengakui kesalahan.  Sebagai sanksinya, mereka harus membuat 1 kalimat yang bermakna. Ada beberapa kalimat yang di ucapkan beberapa anak yang saya ingat. Dan itu membuat 1 aula tertawa. Sebagai contoh : Lebih baik diam dari                                        pada berbicara, Cinta di tolak dukun bertindak, dsbg. J


Ada lagi hikmah yang saya dapat kembali, apa? Mereka cepat berinisiatif! Mereka bermain dengan waktu juga, jadi semakin cepat untuk mengelurkan ide-ide yang unik. Setelah diberikan sanksi, mereka berkumpul kembali untuk diberikan pengarahan oleh Pak Isnan. Kemudian mereka membaca tilawah Al-Quran selama setengah jam. Subhanallah, itu baru keren! Bukan keren karena merokok, nakal, dsbg…
Tiba waktuny untuk KBM, pelajaran FISIKA, dengan malu- malu, saya meminta tolong kepada salah satu guru yang menguasai IPA FISIKA untuk mengisi materi tersebut. Alhamdulillah responnya baik, “jangan kapok ya, pak.. hehee”. Setelah materi, saya sempatkan waktu bersama para siswa kelas VIII untuk mendiskusikan tema apa yang akan di buat unntuk “Lomba Kreativitas Kelas dari Barang Bekas”. Akhirnya kami menemukan tema “LUAR ANGKASA”, kalau dibayangkan sih menarik, bagus, keren, tapi kalau tidak sejalan? Seperti sulitnya membayar uang kas sebesar Rp. 500,- , kurangnya bahan, dan sebagainya. “tepok jidat”.. Tapi Alhamdulillah, anak-anak didik saya yang ikhwan maupun akhwatnya semangat membuat karya itu, subhanallah ada saja beberapa ide yang mereka keluarkan, seperti membuat roket, bulan, bintang dari kalender bekas, membuat bunga dan tangkai dari Koran bekas, membuat kata- kata mutiara yang dirangkai sendiri maupun bertanya kepada salah satu guru, dan membuat bendera yang dibentuk unik dari kertas origami. Kebetulan juga, kelas VIII ini, ikhwan dan akhwatnya sama-sama aktif. AKTIF BERBICARA seperti pakai TOA, dan KREATIF lalu lalang di kelas. Hadeuhhh.. tapi tidak masalah selama mereka bertanggungjawab atas tugas yang diberikan.

二日目 THE SECOND DAY OF TEACHING


Malam sebelum besok mengajar, bingung apa yang mau diajarkan. Karena hanya bahasa Jepang yang bisa saya kuasai untuk saat ini, walau tidak sepenuhnya. 
Tapi saya bertekad “I should try to learning again or もう一度(いちど)勉強(べんきょう)したいみたいとお思うんです“. 
Mulailah saya membuka buku panduan bahasa Inggris, langsung ke pelatihan semester 2. Saya pelajari dulu soalnya, buka materi pembahasannya, bertanya pada suami dan teman yang menjadi guru bahasa Inggris, mencoba menjawab sendiri, dikoreksi, dan akhirnya saya bisa mengerti pelajaran yang sebenarnya tidak begitu saya kuasai. Akhirnya pemikiranpun terkuah, bahwa “at least we can understand english even a few”. Bahasa Inggris tuh penting untuk dibawa kemana-mana, seperti pengalaman saya saat di Jepang, berkomunikasi dengan teman asal Vietnam, Thailand, China, Jepang dengan bahasa Inggris, setidaknya percakapan sehari- hari.
Kembali lagi ke sekolah, pembahasan materi yaitu tenses can, will, should, ought, shall. Saat di kelas saya kondisikan suasana kelas yang kondusif. Saya meminta mereka mencari jawaban dari soal yang saya berikan, meskipun saya tahu ada sebagian anak yang kurang menguasai bahasa Inggris. 15 menit kemudian, saya memulai pembahasan soal, agar mereka dapat mengetahui jawabannya, saya meminta satu persatu anak untuk membaca dan mengartikan soal dan pilihan jawabannya.
Ada salah satu anak yang menonjol dalam pemahaman bahasa Inggris, dan itu memotivasi saya untuk makin giat mempelajari bahasa Inggris. 10 menit sebelum istirahat saya meminta mereka untuk membaca soal secara bersama-sama, dan mengulang bila ada kesulitan. Yang membuat saya bangga adalah mereka anak-anak yang bisa diajak berkomunikasi, menghargai guru saat memberikan materi dan mempunyai keberanian untuk menjawab entah itu benar atau salah. 

Monday, January 27, 2014

I’M BACK TO TEACHING


Tanggal 23 Januari adalah hari pertama saya mengajar di kelas VIII. 
Yang menjadi sebuah tantangan terbesar saya, adalah saya mendapat posisi sementara sebagai guru kelas VIII. Rasa dag-dig-dug dibaluti kecemasan tercampur dihati. Padahal sebelumnya saya sudah berpengalaman mengajar selama 3 tahun di sekolah swasta, bedanya hanya 1 mata pelajaran yang saya ajarkan, yaitu bahasa Jepang. Karena landscape saya bahasa Jepang, jadilah untuk awal pembelajaran saya mengenalkan 10 huruf hiragana yaitu あ、い、う、え、お、か、き、く、け、こ. Alhamdulillah mereka antusias untuk mempelajarinya, sebelumnya saya cari tahu dulu kesukaan mereka dengan Jepang apa saja, film yang suka mereka tonton. Lalu saya meminta mereka menulis nama masing-masing dengan huruf katakana. Satu hal yang menjadi PR buat saya yaitu ada salah satu anak yang kurang PD dalam mengerjakannya, “sudah kalah sebelum memulai” , dia pun harus didampingi dalam mengerjakannya, itulah tugasnya, “melatih kesabaran”. Setelah itu, saya memberi mereka tugas menulis huruf Jepang dari romaji.
1.     Akai (merah) あかい                      6.  Uki (musim hujan) うき
2.    Kaku (menulis) かく                     7.  Ue (atas) うえ
3.    Koukou (SMA) こうこう              8.  Ki (pohon) 
4.    Ike (kolam)  いけ                        9.  Koe (suara) こえ

5.    Eki (stasiun Kereta Api) えき     10. Ooi (banyak) おおい

すいよびに バティックを きます

Assalamualaikum.  Ohayôgozaimasu, Konnichiwa, Kombanwa .. Saya ucapkan untuk kalian semua yang sudah menyempatkan waktunya mampir...