Kenapa saya katakan bahwa hari ini adalah “Ishogashii no hi atau hari sibuk”..? karena
hari ini akan mengerjakan kreativitas untuk menghias kelas.
Seperti biasa untuk mengawali pembelajaran, membaca Al-Matsurat dipimpin oleh seorang siswa ikhwan, mereka berkumpul di aula. setelah selesai membaca Al-Matsurat, Pak KepSek meminta para akhwat yang merasa memakai baju ketat untuk berbaris di depan dan para ikhwan yang merasa memakai celana ketat atau pensil pun untuk maju berbaris ke depan.
Seperti biasa untuk mengawali pembelajaran, membaca Al-Matsurat dipimpin oleh seorang siswa ikhwan, mereka berkumpul di aula. setelah selesai membaca Al-Matsurat, Pak KepSek meminta para akhwat yang merasa memakai baju ketat untuk berbaris di depan dan para ikhwan yang merasa memakai celana ketat atau pensil pun untuk maju berbaris ke depan.
Untuk kesekian kalinya saya menggelengkan
kepala. Kenapa? Betapa cepatnya untuk berlaku “JUJUR” mengakui kesalahan. Satu persatu kesalahan dipaparkan oleh Pak KepSek,
bertujuan agar mereka mengingat dan tidak mengulangi kesalahan itu. Memang,
peran menjadi seorang guru tidaklah mudah untuk membentuk akhlak dari semua
siswanya. Menjadi guru itu adalah pekerjaan
yang mulia, teman. Tugas yang dibebankan memang berat, tapi bila hasilnya
menjadikan anak lebih baik, sholeh sholehah, itu akan terasa “istimewa”.
Setelah masalah pertama selesai, ada lagi
masalah selanjutnya. Pak KepSek mencoba menelusuri sebuah masalah yang
sebenarnya itu adalah masalah intern siswa siswinya. Mengapa begitu? Jadi,
sehari sebelumnya ada salah satu siswa yang dikucilkan dari teman geng`nya. Mungkin
bagi orang awam, pasti tidak peka akan kejadian itu. Dan bila kita pikir dengan
kacamata sebagai orang lain “ngapain sih ikut
campur urusan anak-anak?”. Ya Allah, sumpah saya terkejut dan
ingin menangis bila ingat bagaimana Pak KepSek menjadi pelurus masalah mereka
agar tidak terlalu larut dalam kesalahfahaman itu. Betapa pentingnya menjaga
pertemanan dan diingatkan kembali adanya toleransi antar teman bila temannya
memiliki kekurangan.
OK, masalah itu sudah
kelar tinggal melihat perubahan di esok harinya.
Di Kelas… きょうしつにいる時
Mulailah kesibukan di kelas, ada yang
begini, begitu, ada yang bicara sambil teriak sana sini… Ooopsss, saya menemukan 3 siswa baru lagi karena 2 hari pertemuan
di kelas mereka absen. Dan pastinya 3 sifat baru lagi yang saya temui, dan
semakin mengenal karakter hampirrrr seluruh siswa kelas VIIII. Dan salah satunya sifat kekanak-kanakan,
karena factor usianya lebih muda dibandingkan teman lainnya, dia terkadang usil
hingga membuat teman-temannya merasa risih. Jadi saya mulai memikirkan strategi
bagaimana caranya agar siswa di kelas lebih kondusif. Dan itu semua butuh
proses, dan dukungan dari teman-teman pengajar maupun pihak sekolah.
Bismillahirohmanirrahim.


No comments:
Post a Comment