Malam
sebelum besok mengajar, bingung apa yang mau diajarkan. Karena hanya bahasa
Jepang yang bisa saya kuasai untuk saat ini, walau tidak sepenuhnya.
Tapi saya
bertekad “I should try to learning again
or もう一度勉強したいみたいとお思うんです“.
Mulailah saya
membuka buku panduan bahasa Inggris, langsung ke pelatihan semester 2. Saya
pelajari dulu soalnya, buka materi pembahasannya, bertanya pada suami dan teman
yang menjadi guru bahasa Inggris, mencoba menjawab sendiri, dikoreksi, dan
akhirnya saya bisa mengerti pelajaran yang sebenarnya tidak begitu saya kuasai.
Akhirnya pemikiranpun terkuah, bahwa “at
least we can understand english even a few”. Bahasa Inggris tuh penting
untuk dibawa kemana-mana, seperti pengalaman saya saat di Jepang, berkomunikasi
dengan teman asal Vietnam, Thailand, China, Jepang dengan bahasa Inggris,
setidaknya percakapan sehari- hari.
Kembali
lagi ke sekolah, pembahasan materi yaitu tenses can, will, should, ought, shall. Saat di kelas saya kondisikan
suasana kelas yang kondusif. Saya meminta mereka mencari jawaban dari soal yang
saya berikan, meskipun saya tahu ada sebagian anak yang kurang menguasai bahasa
Inggris. 15 menit kemudian, saya memulai pembahasan soal, agar mereka dapat mengetahui
jawabannya, saya meminta satu persatu anak untuk membaca dan mengartikan soal
dan pilihan jawabannya.
Ada
salah satu anak yang menonjol dalam pemahaman bahasa Inggris, dan itu
memotivasi saya untuk makin giat mempelajari bahasa Inggris. 10 menit sebelum
istirahat saya meminta mereka untuk membaca soal secara bersama-sama, dan mengulang
bila ada kesulitan. Yang membuat saya bangga adalah mereka anak-anak yang bisa
diajak berkomunikasi, menghargai guru saat memberikan materi dan mempunyai
keberanian untuk menjawab entah itu benar atau salah.
No comments:
Post a Comment